Diary disimpen di lemari?? gak jaman kali …

hi hi hi, dulu rajin banget nulis diary. Ada aja yang ditulis di buku mungil … warna biru, atau ijo, atau abu-abu (cewe kok sukanya warna gitu – pink napa??) setiap harinya. Abis nulis … apapun jenis emosinya, pasti jadi agak lebih lega … si buku itu yang mungkin gak lega … gimana gak, pasti ada sisa-sisa air mata (untung bukan air liur waaaak!!) di beberapa lembar kertas dan bikin tinta berkaburan he he he. Dan setelah lebih lega … langsung aja tuh buku ditaruh di lemari … di bawah baju … atau di sela-sela tumpukan baju … pokoknya tujuan utamanya adalah gak kebaca orang lain atau orang iseng yang ngorek-ngorek lemari (soalnya .. diri sendiri juga suka iseng hehehe).

Ada kali 10 tahun kemudian, kini orang-orang berlomba untuk buat ‘diary’nya dibaca ama semua orang … makin banyak, makin bagus, apalagi kalau rame dikomentarin orang lain.

Tulisan ini salah satu buktinya … buku-buku mungil itu kemana yach sekarang??? tapi jujur … nulis di sini mungkin lebih praktis (at least mikirin kalau tulisan bisa dibaca orang lain jadi lebih ati2, atau kalau mau nangis … liat di depan ada keyboard apapun yang bisa rusak kalau ada tetesan airย  yang dari mata ๐Ÿ˜€ …mikir 2 kali yach???)

Tulisan2 kayak gini kadang lucu buat dibaca lagi … dan membangkitkan memori yang kata orang ahli (katanya sih …) bia membawa efek terapeutik buat kesehatan mental n emosional juga …. dengan catatan:ย yang dituliskan sudah bermuatan netral lho atau sudah memiliki ‘lesson learned’ ๐Ÿ™‚

hmmmmm, buku2 mungil … diterbitkan sekarang …. tidak lagi disimpen di lemari …..

Advertisements