Kolaborasi ala Pohon Sequoia

Saya suka sekali dengan alam, terutama pegunungan, pepohonan, dan tumbuh-tumbuhan. Alam menunjukkan banyak keajaiban dan berada di tengah-tengahnya mampu membuat saya refresh, tenang dan rileks. Dari alam, kita juga dapat memperoleh pelajaran kehidupan. Seperti keajaiban alam yang satu ini yaitu pohon Sequoia

Pohon Sequoia ini berada di California, Amerika Serikat. Terdapat 2 jenis, yaitu Giant sequoias and California redwoods (atau dinamakan juga sebagai coast redwoods). Keduanya termasuk sebagai makhluk hidup terbesar yang ada di muka bumi ini. Salah satu sequoia raksasa (Sequoiadendron giganteum),  yang terkenal dengan nama General Sherman, merupakan pohon paling besar di dunia, sedangkan pohon redwood (Sequoia sempervirens) terkenal dengan nama Hyperion merupakan pohon tertinggi di dunia.

General_Sherman (the biggest tree in the world) http://kevinstravelblog.com/sequoia-national-park-2013

Tidak heran memang, bila pohon Sequoia ini dijuluki sebagai raksasa hutan yang menakjubkan. Bagaimana tidak? Dari benih kecil seukuran biji gandum serta pertumbuhan hanya sekitar 0,15 – 0,3 meter pertahunnya, pohon ini mampu tumbuh mencapai 90 meter dengan diameter 11 meter, dan di sepanjang usia hidupnya yang hampir sama tua dengan piramid Mesir, pohon ini mampu menghadapi segala macam cuaca. Mereka mampu menghadapi angin kencang, gempa bumi, badai, kebakaran dan banjir.

Jadi, apa yang sebenarnya menyebabkan pohon-pohon ini dapat bertumbuh besar, tinggi dan panjang umur. Ada beberapa faktor yang menakjubkan yang dapat kita ketahui:

  1. Salah satu faktor unik dan menjadi faktor terpenting adalah sistem akar yang dimiliki oleh pohon sequoia ini. Meskipun akar dari masing-masing pohon tidak dalam, yaitu hanya sekitar 1 meter di bawah tanah, namun penyebarannya akar pohon Sequoia yang sudah dewasa bisa mencapai radius 1 hektar di bawah tanah. Uniknya lagi, sebaran akar-akar ini saling terjalin antara satu pohon dengan pohon yang lain, sehingga jalinan kolektif tersebut mampu memberikan kekuatan dan sumber daya pada setiap pohon untuk bertahan dan bertumbuh. Jalinan ‘kebersamaan’ akar-akar pohon saling membelit ini telah memberikan bukti kuat efek sinergis, dimana dalam 100 tahun terakhir hanya ada 3 pohon yang tumbang dan itupun dikarenakan ketiga pohon tersebut berada agak keluar dari kumpulannya.
  2. Setiap pohon, bertumbuh lurus terus ke arah yang sama, dan berdiri tegak bersama, berkontribusi untuk saling mendukung.
  3. Yang tidak kalah menakjubkan adalah kemampuan pohon raksasa Sequoia menghadapi api. Kulit batang setebal 0,6 meternya tahan api, dan justru pohon ini membutuhkan api untuk dapat bertumbuh dengan lebih baik. Panas api dari kebakaran hutan juga membantu buah-buah pohon ini pecah dan menyebarkan benih-benihnya di atas daratan hutan yang telah terpupuk oleh abu.

Lalu, pelajaran hidup apa yang bisa kita tarik dari keajaiban si pohon raksasa ini?

  • Poin pembelajaran saya yang pertama adalah, untuk dapat bertahan menghadapi jaman (seperti pohon sequoia yang berusia ribuan tahun), kita tidak memiliki pilihan selain BERKOLABORASI. Terlebih dalam era teknologi dan informasi saat ini, dimana kita (sendirian) tidak mampu menguasai segala hal, padahal segala sesuatu butuh cepat dan memberikan hasil.
  • Penting dalam berkolaborasi, kita perlu menyadari bahwa sehebat atau sepintar apapun kita, kita tidak akan mampu bertahan sendirian. Kita akan selalu membutuhkan orang lain untuk berkembang dan menjadi manusia yang lebih baik (baik personal maupun profesional). Kesadaran bahwa kita sesungguhnya membutuhkan orang lain, membuat kita tidak menganggap diri kita yang paling benar, atau kita yang paling kuat atau yang paling pintar. Prinsip ini menjadi landasan penting untuk kita dapat berkolaborasi dengan baik demi mencapai sesuatu yang hebat.
  • Ketika kita berkolaborasi, ‘jalinan’ kebersamaan kitalah yang memberikan kekuatan pada masing-masing kita, sehingga kita dapat bersinergi dan memberikan dampak yang luas bagi lingkungan kita.
  • Dalam berkolaborasi, kita membutuhkan tujuan dan arahan yang sama. Semakin masing-masing anggota tim tahu apa yang hendak dicapai dan kemana harus mengarah, maka tim akan semakin kuat dan semakin efektif.
  • Permasalahan, perbedaan dan konflik akan selalu ada bukan? Kalau kebakaran hutan bisa kita ibaratkan dengan masalah, perbedaan dan konflik, maka kita butuh ‘ketebalan’ tim yang luar biasa dalam menghadapinya. Dengan tim yang ‘tebal’ dan solid, maka tidak perlu takut dengan masalah, perbedaan dan konflik. Dan justru dengan perbedaan, masalah dan konflik akan menguji kekuatan kolaborasi kita. Membuat tim kita semakin ‘tahan api’.

Nah … poin-poin diatas adalah pembelajaran saya, kalau kamu?

Dan seperti yang diungkapkan Bapak Henry Ford;

“Datang bersama adalah permulaan; tetap bersama adalah kemajuan; bekerja bersama (kolaborasi) adalah keberhasilan”

“Coming together is a beginning; keeping together is progress; working together is success”

Apakah kita sudah berkolaborasi? Sebaik apa kolaborasi kita? Hasil luar biasa apa saja yang sudah kita capai dari kolaborasi kita? Apakah kolaborasi kita akan memberikan daya pada masing-masing kita untuk bertahan, bahkan ribuan tahun dari sekarang? 🙂

Mari kita jawab bersama-sama? Mareeeee!!

References:

 

Advertisements